beranda | perihal | legal | kontak

Tekadku Sebulat Bakso


Rating: Umum
Lisensi: CC-by-NC-ND
Genre: Drama

Sinopsis

Abdul seorang siswa SD. Ia sangat menggemari bakso. Semasa hamil, ibunya pun mengidam bakso. Karena prestasinya yang jeblok, orang-orang di sekitarnya mencoba mendongkrak prestasi sekolah Abdul dengan makanan kesukaannya tersebut.

Serba-serbi

Cerpen anak-anak pertama yang berhasil diselesaikan penulis. Pendek memang dan bersudut pandang Abdul. Cerita yang dibuat saat penulis masih duduk di kelas 2 SMA.

Cuplikan

….

Bapak pun buru-buru pergi. Ia memacu vespanya yang sudah uzur bagaikan di sirkuit balap. Mobil-mobil yang berlari di atas rata-rata berhasil Bapak lampaui dengan sukses. Dan mendadak, seekor kucing hitam melintas di depan Bapak. Bapak mencoba mengerem agar tidak menabrak kucing itu. Tapi, naas. Motor Bapak jadi oleng dan tumbang di jalan. Sebuah truk dengan kecepatan penuh kemudian lewat dan…. Bapak dan Ibu bertemu di rumah sakit. Bapak berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Sambil berjuang hidup mati melahirkanku, ibu sempat-sempatnya makan bakso. Dan lahirlah aku, pada malam tahun baru. Dengan tega, Bapak yang kepalanya dibalut perban saat itu memberiku nama Abdul Baksogi.

Kata Ibu, aku ini sebenarnya pintar. Kata Bapak, aku ini anaknya pandai. Dan kata Pak Guru dan Bu Guru, aku ini anaknya tidak bodoh. Aku hanya malas saja hingga rankingku selalu di buntut.

Dan demi memperbaiki prestasiku, mereka mengeluarkan ide yang brilian. Katanya, jika aku bisa naik kelas dengan nilai tinggi, aku boleh makan bakso sepuasnya. Dan demi bakso, aku rela melakukan apa saja. Memecahkan rekor untuk nilai tertinggi pun aku bisa. Ini demi bakso yang aku suka!

….

Berita Terkini
Proyek iRBI -- Indeks Rima Bahasa Indonesia

Penerbit Independen Ndok Asin

Galeria Dirgita Devina © 2011 Dirgita
Diberdayakan oleh WordPress dan Google Web Fonts