Maaf, Elena Tak Tertolong (Versi Asli)
SinopsisAnes terguncang begitu tahu Elena terpapar virus yang mematikan. Bersama Jo dan Jack, ia mencoba mengembalikan keadaan Elena. Serba-serbiSebuah cerpen yang sangat singkat. Dengan kesingkatan tersebut, penulis berusaha untuk mempermainkan perasaan siapa saja yang membacanya. Apabila ada bagian yang dirasa kurang unsur emosinya, mohon jangan sungkan untuk memberi tahu penulis. Cuplikan…. Pria itu melepas kacamata, memijit batang hidungnya, lalu mengenakan kacamata kembali. Untuk tiga detik kemudian, ia hanya menatap wajah Jo. “Ini adalah virus dari varian Papiloma. Saya tidak tahu bagaimana bisa menjangkiti kalian, tetapi cukup untuk membuktikan desas-desus minggu ini. Virus tersebut menyebar dengan sangat cepat. Kami bisa saja menanganinya. Tetapi karena penyebarannya yang begitu cepat, daya tampung kami telah penuh. Sama sekali tidak ada tempat. Kami mohon maaf.” Jo berputar. Anes telah menutup wajahnya dengan kedua tangan. Jack berusaha meredam getaran pundaknya. “Kami harus bagaimana? Minggu-minggu ini sepertinya tidak akan mungkin tanpa Elena.” Jo merasai keningnya naik panas. Pria rapi itu memegang pundak Jo. “Saya tahu bagaimana beratnya ini, terutama bagi mahasiswa seperti kalian.” Tiba-tiba, ia merogoh saku dan menyodorkan secarik kertas. “Lebih baik, saya merujuk kalian kemari. Dia kenalan saya. Baru buka praktek. Mungkin, masih sedikit orang yang datang.” Itu sebuah kartu nama. Segera berpindah ke tangan Jo. “Saya harap, ia bisa membantu kalian.” …. |
|
Galeria Dirgita Devina © 2011 Dirgita
Diberdayakan oleh WordPress dan Google Web Fonts