beranda | perihal | legal | kontak

Kembalikan Aku


Rating: Remaja
Lisensi: CC-by-NC-ND
Genre: Drama, Supranatural, Fiksi Ilmiah

Sinopsis

Sebuah proyek rahasia pemerintah akhirnya ditutup karena alasan dana dan sabotase. Namun, fasilitas tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mengembangkan proyek yang lebih ambisius. Proyek tersebut bernama Dexedia Mind Brain Program. Proyek ini untuk membangkitkan kemampuan otak manusia sehingga memiliki kemampuan telekinetis yang sangat dahsyat. Medya, seorang remaja putri, harus terjebak dalam proyek tersebut. Dirinya terkungkung oleh program yang ia jalani, dan perlahan mengubah dirinya bagai monster.

Serba-serbi

Cerpen ini pada mulanya berjudul DEXEDIA. Dan rencananya, akan menjadi intro dari sebuah novel dengan tema telekinetis.

Cuplikan

….

Mata gadis itu kembali menatap ke arah Dexedia, dengan cepat. Pria itu masih berdiri tenang. Segera saja, ia melangkah setengah berlari ke arah dinding kaca dan menghantamkan kedua kepalan tangannya di sana. Sebuah hantaman yang sangat keras. Membuat kaca yang sangat tebal tersebut retak menjalar hampir mencapai tepi. Tetap, Dexedia tak bergeming.

“Keluarkan aku dari siniiiii!” pekiknya seraya hendak mengayunkan tangannya kembali.

“Medya, hentikan! Kau hanya akan mempercepat dirimu berubah menjadi monster!”

Kepalan tangan Medya mendadak berhenti. Hanya tinggal beberapa senti saja untuk mencapai kaca dan menghancurkannya bercerai-berai.

“Aku mohon…, hentikan…! Kendalikan dirimu. Jika kau tak dapat mengendalikan dirimu, kau semakin jauh…, kau semakin jauh….”

Medya membuka kepalan tangannya, lalu meletakkan telapak tangannya di dinding kaca yang retak. Perlahan, ia kemudian jatuh bersimpuh. Telapak tangannya yang terseret di kaca terluka, meninggalkan jejak darah. Namun, sama sekali ia tak meringis. Ia hanya menangis setelah benar-benar jatuh bersimpuh.

“Aku harap, kau bisa menerima ini,” ujar May. “Program Dexedia yang kami jalankan terhadapmu mengindikasikan kalau kau telah berkembang dengan pesat. Bakatmu telah berkembang melebihi apa yang kami bayangkan sebelumnya.”

Medya memperhatikan telapak tangan kanannya yang terluka. Air matanya yang jatuh di luka berhasil membuatnya meringis. Dan tak disangka, luka itu mendadak berangsur sembuh dengan begitu cepat. Ia lalu memperhatikan telapak tangan kirinya. Juga sama. Luka akibat tergores retakan kaca menghilang.

….

Berita Terkini
Proyek iRBI -- Indeks Rima Bahasa Indonesia

Penerbit Independen Ndok Asin

Galeria Dirgita Devina © 2011 Dirgita
Diberdayakan oleh WordPress dan Google Web Fonts