Bakteri Berkayuh
SinopsisSeorang profesor bernama Zanuar lebih memeningkan penelitiannya ketimbang keluarga. Alhasil, ia harus menghadapi gugatan cerai dari sang istri. Permintaan mendadak tersebut membuat dirinya shock dan berjalan-jalan ke tepian pantai, tempat di mana mereka berdua pernah menjalin asmara. Namun sesampainya di pantai, ia menemukan hal lain, yang membuat dirinya melupakan kembali sang istri. Serba-serbiIni adalah cerpen yang dibuat sewaktu penulis dan teman-teman semasa kelas 2 SMA mendapat tugas mengarang cerpen. Cerpen ini terinspirasi dari salah satu teman yang menceritakan sebuah cerita dengan topik yang sama (tentang jasad renik yang diceritakan berkayuh di atas kotoran). Cerita tersebut berasal dari nenek teman penulis. Cuplikan…. Prof. Zanuar baru saja meraih hadiah nobel atas hasil temuannya yang baru. Ia berhasil memutasi kutu kepala menjadi pembersih ketombe yang sangat efektif. Hasil temuannya itu tak terlepas dari keyakinannya bahwa semua makhluk ciptaan Tuhan itu pasti mempunyai manfaat, terlepas dari semua sisi negatif yang dimiliki makhluk tersebut. Dan sekarang, tinggal bagaimana kerasnya usaha kita mencarinya. Oleh karena itu, Prof. Zanuar selalu rajin mencari dengan meneliti apa saja, mulai dari makhluk dan benda terkecil hingga terbesar. Di laboratoriumnya saja tertatak tak beraturan macam-macam alat dan bahan penelitian. Sama acak-acakannya dengan laboratorium mininya itu, diri Prof. Zanuar sendiri tidak terurus. Model rambutnya yang semula seperti Vic Zhou F4 akhirnya kini berubah menjadi model rambut Edy Brokoli. Jadwal mandinya pun berubah, dari lima kali sehari menjadi satu bulan sekali saking sibuknya. Itu pun mandi bebek. Ceplok! Ceplok! Alhasil, istrinya tak tahan lagi dengan sikapnya itu. Cukup sudah pernikahan yang sudah bertahan selama seperempat abad ini. “Kita cerai!” ucap istrinya suatu hari dengan tegas, selepas mendobrak pintu laboratorium suaminya hingga lepas. …. |
|
Galeria Dirgita Devina © 2011 Dirgita
Diberdayakan oleh WordPress dan Google Web Fonts