Aku Ingin Seperti Laki-laki
SinopsisCerpen ini bercerita dari sudut pandang seorang pemuda. Kejadian di masa liburan sekolah membuat dirinya harus terpaksa hidup di bawah bayang-bayang sang kakak. Sang ibu yang mengalami gangguan kejiwaan meminta dirinya untuk selalu berpenampilan dan bersikap layaknya seorang wanita. Hanya dengan begitu, sang ibu merasa tenang dan yakin, telah merawat mendiang putrinya dengan baik. Situasi ini menghadapkan tokoh utama dengan seorang pemuda bernama Riko, yang selalu ingin membuat dirinya malu. Bahkan hingga beranjak ke masa kuliah, ambisi tersebut sama sekali tidak berkurang. Serba-serbiTerinspirasi dari kehidupan pribadi penulis. Cuplikan…. Dalam perjalanan, aku hanya diam. Kepalaku bersandar pada kaca jendela pintu mobil sebelah kiri. Rambut yang begitu panjang menutup sebagian wajahku. Kubiarkan Ninda mengoceh tanpa kugubris. Ia mencoba menghibur dengan mengatakan bahwa jika aku tidak dapat bersaing dengan laki-laki soal kekuatan fisik, aku bisa bersaing dengan wanita soal kecantikan. “Pandang ke sini!” Ia memutar daguku. Ia ternyata telah mempersiapkan sebuah cermin bundar yang mungil di samping kiri wajahnya. “Lihat, kau lebih cantik dariku! Pasti banyak wanita yang iri kepadamu, karena mereka kalah cantik oleh seorang laki-laki.” Aku segera membuang muka dan kembali bersandar. “Itu wajah kakakku, bukan wajahku…,” ucapku dalam hati. Kubiarkan Ninda kecewa. Usahanya untuk menghiburku kembali gagal. Ya, yang baru saja menurutnya adalah cara menghibur, selalu melihat dari sisi baiknya. “Lihat kemarin, kau tidak dianggap aneh oleh orang banyak di dalam angkutan umum. Mereka hanya menganggapmu seorang gadis yang wajar kalau menangis. Hanya Riko yang menganggapmu aneh, bersama teman-temannya yang tidak waras itu. Jika Riko yang menangis, lain lagi ceritanya. Riko menangis darah, penumpang-penumpang itu mungkin hanya tertawa. Mereka baru simpati ketika Riko pingsan karena kehabisan darah.” …. |
|
Galeria Dirgita Devina © 2011 Dirgita
Diberdayakan oleh WordPress dan Google Web Fonts